<h1>Deskripsi:</h1> <p>Beredar unggahan di media sosial yang mengaitkan lonjakan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan populasi LGBT sengaja dirancang untuk memperluas pasar obat antiretroviral (ARV), yang pabriknya telah berdiri di Indonesia. </p> <h1>Penjelasan:</h1> <p>Faktanya, klaim dengan narasi yang mengaitkan angka kasus HIV dan populasi LGBT sebagai sebagai strategi penguatan pasar ARV adalah hoaks. Dilansir dari tempo.co, klaim tersebut keliru dan bertentangan dengan fungsi obat ARV yang justru menekan penularan serta menumpas replikasi HIV. Selain itu, Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC) Aditya Wardhana, menegaskan data ODHIV Kemenkes tidak menggambarkan lonjakan kasus baru. Angka tersebut meningkat karena pemerintah memperluas cakupan tes ke populasi berisiko.</p> <h1>Link Counter : </h1> <p><a href="https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-populasi-lgbt-diperbanyak-untuk-memperluas-pasar-obat-arv-2282567">https://www.tempo.co/cekfakta/keliru-populasi-lgbt-diperbanyak-untuk-memperluas-pasar-obat-arv-2282567</a></p>
[HOAKS] Populasi LGBT Diperbanyak untuk Memperluas Pasar Obat ARV
19 Aug 2026