<h1>Deskripsi:</h1> <p>Beredar unggahan di media sosial TikTok yang mengeklaim bahwa Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan bahwa ekonomiIndonesia bisa suram karena gejolak geopolitik yang semakin kencang.</p> <h1>Penjelasan:</h1> <p>Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari <a href="https://tirto.id/salah-purbaya-peringatkan-ekonomi-indonesia-suram-imbas-perang-huoU"><u>tirto.id</u></a>, setelah dilakukan pencarian gambar asli menggunakan teknki pencarian gambarterbalik (reverse image search) di Google Lens. Hasilnya mengarah ke akun Instagram milik detikFinance <a href="https://www.instagram.com/p/DWx60ePl9ql/"><u>@detikfinanceofficial</u></a>. Dalam unggahantersebut dituliskan, Purbaya mengungkapkan bahwa perang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran menjadi tantangansignifikan bagi kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta perekonomian Indonesia. Banyak negara sudah mulai merasakandampak pelemahan ekonomi. Purbaya memang mengatakan perekonomian Indonesia juga bisa mengalami pelemahan jika tidak dikelola dengan baik. Selain itu, melalui akun Instagram PPID Kementerian Keuangan <a href="https://www.instagram.com/p/DXLHYevk31r/"><u>@ppid.kemenkeu</u></a>, pihaknya menyatakan bahwa berita yang beredar mengenaipernyataan Menkeu Purbaya memberikan peringatan bahwa ekonomi Indonesia bisa suram seperti negara lain imbas perang merupakan berita tidakbenar.</p> <h1>  Link Counter :</h1> <p>-<a href="https://tirto.id/salah-purbaya-peringatkan-ekonomi-indonesia-suram-imbas-perang-huoU"><strong><u>https://tirto.id/salah-purbaya-peringatkan-ekonomi-indonesia-suram-imbas-perang-huoU</u></strong></a><strong> </strong></p> <p>-<a href="https://www.instagram.com/p/DWx60ePl9ql/"><strong><u>https://www.instagram.com/p/DWx60ePl9ql/</u></strong></a></p> <p>-<a href="https://www.instagram.com/p/DXLHYevk31r/"><strong><u>https://www.instagram.com/p/DXLHYevk31r/</u></strong></a><strong> </strong></p>
[HOAKS] Purbaya Peringatkan Ekonomi Indonesia Suram Imbas Perang
20 Apr 2026