<h1>Deskripsi:</h1> <p>Beredar unggahan di media sosial Facebook dengan narasi yang mengeklaim puluhan ribu peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) statusnya dinonaktifkan karena efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah.</p> <h1>Penjelasan:</h1> <p>Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari <a href="https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/02/07/090647982/klarifikasi-pbi-jkn-nonaktif-di-diy-bukan-karena-efisiensi-anggaran?page=all"><u>kompas.com</u></a>, Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih menjelaskan puluhan ribu peserta BPJS gratis ini dicoret karena tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Penonaktifan mengacu pada surat resmi Kemensos Nomor S-445/MS/DI.01/6/2025, yang mengatur perubahan data berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurut Endang, verifikasi dibutuhkan untuk memastikan apakah warga yang bersangkutan benar-benar sudah sejahtera atau mereka yang tercoret masih dalam keadaan miskin.</p> <p> </p> <h1>Link Counter:</h1> <p><br /> <a href="https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/02/07/090647982/klarifikasi-pbi-jkn-nonaktif-di-diy-bukan-karena-efisiensi-anggaran?page=all#page2">https://www.kompas.com/cekfakta/read/2026/02/07/090647982/klarifikasi-pbi-jkn-nonaktif-di-diy-bukan-karena-efisiensi-anggaran?page=all#page2</a></p> <p><a href="https://yogyakarta.kompas.com/read/2025/06/23/180902478/penyebab-57-ribu-warga-diy-dikeluarkan-dari-pbi-jkn-dinsos-sampai?page=all">https://yogyakarta.kompas.com/read/2025/06/23/180902478/penyebab-57-ribu-warga-diy-dikeluarkan-dari-pbi-jkn-dinsos-sampai?page=all</a></p> <p><a href="https://money.kompas.com/read/2026/02/04/125159426/jangan-panik-kepesertaan-bpjs-kesehatan-tiba-tiba-nonaktif-begini-cara">https://money.kompas.com/read/2026/02/04/125159426/jangan-panik-kepesertaan-bpjs-kesehatan-tiba-tiba-nonaktif-begini-cara</a></p>
[HOAKS] PBI JKN Nonaktif di DIY karena Efisiensi Anggaran
10 Feb 2026